Naratifmedia.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah dan mendekati rekor terburuk sepanjang sejarah. Pada Senin (4/5), rupiah tercatat turun 57 poin atau 0,33 persen ke level Rp 17.394 per dolar AS.
Pelemahan rupiah masih berlanjut hingga awal pekan ini. Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan yang konsisten terhadap mata uang Indonesia di tengah dinamika global yang belum stabil.
Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, posisi rupiah pada sore hari mendekati batas atas dalam rentang pergerakan 52 minggu, yakni di level Rp 17.395 per dolar AS. Kondisi ini menandakan rupiah berada di titik terlemah dalam setahun terakhir.
Secara year to date (ytd), rupiah tercatat telah melemah sekitar 4,28 persen sejak awal tahun. Penurunan ini mencerminkan tekanan yang terjadi secara bertahap dan berkelanjutan.
Jika dibandingkan dengan awal tahun, pergerakan rupiah menunjukkan tren yang jelas. Pada Januari, nilai tukar masih berada di kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.800 per dolar AS. Namun, memasuki Mei, dolar AS terus menguat hingga menembus level Rp 17.300.
Kondisi ini memperlihatkan adanya tekanan eksternal maupun internal yang memengaruhi pergerakan rupiah. Selain faktor global, sentimen pasar dan kebijakan ekonomi juga menjadi faktor penting dalam menentukan arah nilai tukar ke depan.
Jika tren pelemahan ini berlanjut, bukan tidak mungkin rupiah akan kembali mencetak rekor terburuk dalam sejarah terhadap dolar AS.
