Naratifmedia.com – Tim Play Time resmi melakukan perubahan roster Dota 2 pada 16 Juli 2026. Organisasi tersebut melepas pemain mid Oswaldo (DarkMago) Gonzalo Herrera Martínez serta pelatih yang juga menjabat sebagai direktur olahraga, Juan (Vintage) David Angulo Nicho.
Keputusan itu diambil setelah keduanya terseret dugaan match fixing pada ajang Esports World Cup (EWC) 2026. Kasus tersebut menjadi sorotan komunitas Dota 2 internasional karena berujung pada diskualifikasi Play Time dari turnamen.
Dugaan pelanggaran integritas mulai mencuat ketika pertandingan Play Time melawan Vici Gaming yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026 ditunda oleh penyelenggara. Saat itu, panitia tidak memberikan penjelasan mengenai alasan penundaan pertandingan.
Sehari kemudian, tepatnya pada 15 Juli 2026, penyelenggara mengumumkan bahwa Play Time didiskualifikasi dari EWC 2026. Pengumuman tersebut memicu berbagai spekulasi di kalangan penggemar. Tak lama kemudian, ESIC memberikan penjelasan resmi mengenai kasus tersebut.
Berdasarkan keterangan resminya, ESIC menjatuhkan penangguhan sementara kepada DarkMago dan Vintage setelah melakukan penilaian awal terhadap informasi yang mengarah pada dugaan pelanggaran ESIC Anti-Corruption Code dan Player Code of Conduct.
Menurut lembaga tersebut, penangguhan sementara bertujuan menjaga integritas kompetisi selama proses investigasi berlangsung. Selain itu, langkah tersebut juga dilakukan untuk mengamankan barang bukti dan memastikan penyelidikan berjalan secara adil.
Meski demikian, ESIC menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keputusan final yang menyatakan DarkMago maupun Vintage bersalah.
Keduanya telah menerima pemberitahuan resmi mengenai penangguhan sementara. Mereka juga telah mengikuti proses wawancara serta diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi dan bukti yang dianggap relevan.
Sebagai informasi, Esports Integrity Commission (ESIC) merupakan organisasi independen yang bertugas menjaga integritas kompetisi esports. ESIC menangani berbagai dugaan pelanggaran, termasuk match fixing, praktik korupsi, serta pelanggaran kode etik pemain. Organisasi tersebut juga berwenang menjatuhkan sanksi sementara selama investigasi berlangsung demi menjaga keadilan kompetisi.
Tak lama setelah mengumumkan pelepasan DarkMago dan Vintage, Play Time kehilangan pemain offlane mereka. Frank Alberto (Frank) Arias Ayala resmi mengakhiri kebersamaannya dengan organisasi tersebut.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Frank menegaskan bahwa keputusannya meninggalkan Play Time tidak berkaitan dengan investigasi ESIC. Ia juga memastikan dirinya tidak terlibat dalam dugaan pelanggaran integritas yang sedang diselidiki.
Frank mengaku yakin proses investigasi akan mengungkap seluruh fakta secara transparan dan adil. Oleh karena itu, ia merasa perlu memberikan klarifikasi agar tidak muncul kesalahpahaman yang dapat memengaruhi reputasinya sebagai pemain profesional Dota 2.
Selain memberikan klarifikasi, Frank juga mengucapkan terima kasih kepada Play Time atas kesempatan yang telah diberikan. Ia mengatakan akan tetap fokus mengembangkan karier sebagai pemain profesional Dota 2. Di sisi lain, Frank membuka peluang untuk bergabung dengan organisasi dari luar regional asalnya pada musim kompetisi berikutnya.
Dengan keluarnya DarkMago, Vintage, dan Frank, Play Time kini memasuki fase perombakan roster. Hingga berita ini diterbitkan, organisasi tersebut hanya menyisakan tiga pemain aktif.
Ketiga pemain tersebut adalah Máximo (Wits) Orozco Alza, Elvis Joel (Scofield) De la Cruz Peña, dan Yelsthin Brayan (Elmisho) Verde Hurtado. Hingga saat ini, Play Time juga belum mengumumkan pemain baru untuk melengkapi susunan rosternya.
Sementara itu, investigasi ESIC terkait dugaan match fixing di EWC 2026 masih terus berlangsung. ESIC juga belum mengumumkan hasil akhir penyelidikan maupun sanksi permanen terhadap pihak yang terlibat.
