Naratifmedia.com – Jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) kembali bertambah. Korban terbaru adalah Nola Dya Sari yang meninggal saat menjalani perawatan medis di RSUD Abdul Aziz Singkawang.
Kementerian Pertahanan mengonfirmasi jumlah peserta Program SPPI yang meninggal dunia selama mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) kini menjadi lima orang. Korban terbaru, Nola Dya Sari, merupakan calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Nola Dya Sari dilaporkan meninggal dunia di RSUD Abdul Aziz Singkawang setelah mengalami henti jantung saat menjalani penanganan medis. Meski demikian, Kementerian Pertahanan menyebut korban sebelumnya telah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan, meskipun memiliki catatan kelebihan berat badan.
Adapun lima peserta yang dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti Latsarmil, yakni Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.
Kementerian Pertahanan menjelaskan seluruh peserta yang meninggal dunia mengalami berbagai komplikasi kondisi kesehatan selama mengikuti pelatihan. Bertambahnya jumlah korban kini memicu perhatian publik sekaligus mendorong evaluasi terhadap proses seleksi kesehatan serta penyelenggaraan Program SPPI ke depan.
