Naratifmedia.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mulai berdampak hingga Malaysia. Asap terpantau mencapai wilayah Sarawak di tengah meningkatnya aktivitas karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.
Dampak kabut asap juga dirasakan masyarakat di Sarawak. Pemerintah Malaysia bahkan menutup sementara ratusan sekolah karena kondisi udara yang memburuk.
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh. Jumhur Hidayat mengatakan pergerakan asap menuju Sarawak dipengaruhi oleh arah angin. Menurutnya, arah angin dapat berubah dan membuat asap bergerak bolak-balik antarwilayah.
“Serawak ya? Ya kebetulan anginnya memang agak mengarah ke sana waktu itu, tapi suka bolak-balik gitu,” ujar Jumhur saat ditanya wartawan Koran Jawa Pos, dikutip dari Jawa Pos.
Jumhur mengatakan pemerintah terus melakukan mitigasi dan pemadaman karhutla. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi larangan membuka lahan dengan cara membakar.
Kondisi kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Niño membuat risiko kebakaran meningkat. Cuaca kering juga dapat mempercepat penyebaran api dan memperburuk kualitas udara.
Pemerintah Indonesia terus melakukan penanganan di wilayah terdampak. Jumhur menyebut upaya pemadaman dilakukan secara berkelanjutan oleh tim di lapangan.
Kabut asap lintas batas kembali menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat Indonesia. Pergerakan asap juga dapat memengaruhi kualitas udara di negara-negara sekitar, termasuk Malaysia.
