Naratifmedia.com – Tim Yandex berhasil menjuarai BLAST Slam VII setelah mengalahkan LGD Gaming dengan skor 3-1 pada grand final yang berlangsung pada 7 Juni 2026. Gelar ini semakin mengukuhkan Tim Yandex sebagai salah satu tim terkuat di skena kompetitif Dota 2 musim 2025/2026.
BLAST Slam VII memperebutkan total hadiah sebesar US$1 juta. Sebanyak US$750 ribu dialokasikan sebagai prize pool, sedangkan US$250 ribu lainnya diberikan sebagai club earnings untuk organisasi peserta. Turnamen ini digelar secara hybrid di BLAST Studio, Copenhagen, Denmark.
Berbeda dari kebanyakan turnamen tier 1 Dota 2, fase grup BLAST Slam VII menggunakan format round-robin Best of One (Bo1). Setiap tim hanya bertemu satu kali dengan seluruh peserta lainnya. Format tersebut membuat setiap pertandingan memiliki dampak besar terhadap klasemen akhir.
Salah satu cerita menarik terjadi pada PARIVISION. Tim tersebut berhasil finis di posisi kedua fase grup, tetapi gagal tampil di babak playoff. Melalui akun X resminya, BLAST mengumumkan bahwa PARIVISION tidak dapat berangkat ke Copenhagen karena kendala perizinan perjalanan.
Posisi PARIVISION kemudian digantikan oleh Tim Liquid. Penentuan tersebut menggunakan Neustadtl Score, yaitu metode tiebreaker yang menilai kualitas kemenangan berdasarkan kekuatan lawan yang berhasil dikalahkan selama fase grup.
Perjalanan Tim Yandex menuju gelar juara tidak berjalan mudah. Mereka hanya menempati posisi kelima fase grup sehingga harus memulai playoff dari Last Chance Qualifier Round 2. Pada babak tersebut, Tim Yandex mengalahkan Tim Spirit dengan skor 2-0 untuk mengamankan tempat di fase gugur.
Performa Tim Yandex semakin meningkat saat memasuki playoff. Mereka menyingkirkan Aurora Gaming dengan skor 2-0 di perempat final. Setelah itu, Tim Yandex mengalahkan LGD Gaming 2-1 pada semifinal.
Langkah mereka berlanjut ke final upper bracket. Di babak tersebut, Tim Yandex kembali meraih kemenangan setelah menundukkan Tim BetBoom dengan skor 2-1. Hasil itu memastikan satu tempat di grand final.
Pada partai puncak, Tim Yandex kembali bertemu LGD Gaming. Pertandingan berlangsung ketat, tetapi Tim Yandex tampil lebih konsisten. Mereka akhirnya menutup seri dengan kemenangan 3-1 sekaligus mengamankan gelar juara BLAST Slam VII.
Di sisi lain, LGD Gaming juga tampil impresif sepanjang turnamen. Organisasi asal Cina tersebut berhasil menjadi pemuncak klasemen fase grup dan langsung melaju ke semifinal playoff.
Setelah kalah dari Tim Yandex, LGD Gaming turun ke lower bracket. Mereka bangkit dengan mengalahkan Tim Liquid 2-0, Aurora Gaming 2-1, dan Tim BetBoom 2-1 untuk mengamankan tiket menuju grand final.
Meski gagal menjadi juara, pencapaian LGD Gaming tetap layak mendapat perhatian. BLAST Slam VII menjadi turnamen internasional pertama mereka setelah kembali ke skena Dota 2 dengan merekrut mantan roster Ex-Heroic beberapa pekan lalu.
Berakhirnya BLAST Slam VII juga menandai berakhirnya sebagian besar rangkaian turnamen Dota 2 musim 2025/2026. Setelah ini, perhatian tim-tim terbaik dunia akan tertuju pada Esports World Cup (EWC) 2026 sebelum menghadapi The International (TI) 2026, turnamen paling bergengsi dalam dunia Dota 2 yang menjadi target utama setiap pemain dan organisasi profesional.
