Naratifmedia.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pihak yang ingin menggantikannya diminta bersabar hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah dinamika politik nasional yang menurutnya juga diwarnai isu destabilisasi dan disinformasi.
Dalam sebuah diskusi bersama jurnalis dan pengamat di Hambalang, Jawa Barat, Prabowo menanggapi isu pergantian kepemimpinan dengan menekankan pentingnya proses demokrasi yang tertib.
“Mau ganti saya? Tunggu dong 2029. Jadi negara yang beradab. Sabar,” ujar Prabowo saat berdialog bersama Najwa Shihab, seperti dilansir dari Liputan6.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung adanya potensi destabilisasi dan penyebaran disinformasi dalam dinamika politik saat ini. Ia menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari tantangan dalam kehidupan bernegara yang harus disikapi secara objektif.
Selain itu, Prabowo menegaskan komitmennya dalam menegakkan hukum di Indonesia. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan, termasuk di dalam tubuh aparat penegak hukum.
Menurutnya, masih ada pejabat yang merasa “kebal hukum” dan berani melawan atasan, yang menjadi salah satu perhatian dalam upaya pembenahan sistem pemerintahan.
Tidak hanya itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa dirinya tengah melakukan langkah pembenahan di sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menyebut proses tersebut sebagai bagian dari upaya “bersih-bersih” untuk memperbaiki tata kelola dan kinerja lembaga negara.
Prabowo mengaku optimistis langkah tersebut mendapat dukungan masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan agar perbedaan pandangan dalam politik tidak berujung pada konflik atau kerusuhan yang dapat merugikan negara.
