Naratifmedia.com – Nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah terus mengalami perubahan dari masa ke masa. Pada Mei 2026, kurs Dolar AS bahkan sempat menembus kisaran Rp17.600 per US Dollar di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menjadi salah satu level tertinggi dalam sejarah pergerakan Rupiah.
Perjalanan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa dekade terakhir. Setiap era pemerintahan memiliki dinamika ekonomi dan tantangan berbeda yang memengaruhi stabilitas mata uang nasional.
Pada era Presiden Soekarno, nilai tukar Dolar AS masih sangat terkendali dan berada di kisaran puluhan hingga ratusan Rupiah per Dolar AS pada akhir masa pemerintahannya.
Memasuki era Presiden Soeharto, kurs Rupiah sempat relatif stabil sebelum akhirnya terdampak krisis moneter Asia 1997-1998. Saat itu, Dolar AS yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.400 melonjak drastis hingga menyentuh Rp16.600 sampai Rp17.000 per Dolar AS.
Di masa pemerintahan B.J. Habibie, nilai tukar Rupiah berhasil ditekan dan menguat hingga berada di kisaran Rp6.500 per Dolar AS.
Sementara pada era Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, Rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per Dolar AS.
Kondisi relatif stabil terjadi pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Nilai tukar Dolar AS kala itu bergerak di kisaran Rp9.000 sampai Rp11.000, sebelum perlahan naik menuju Rp12.000 di akhir masa jabatan.
Pada era Presiden Joko Widodo, tekanan global membuat Rupiah kembali melemah. Kurs Dolar AS secara konsisten bergerak di atas Rp13.500 hingga sempat menyentuh Rp15.000 per Dolar AS.
Kini, di era Presiden Prabowo Subianto, Dolar AS kembali mencatat rekor baru dengan menembus kisaran Rp17.600 per Dolar AS pada pertengahan Mei 2026.
Data historis pergerakan kurs Rupiah terhadap Dolar AS tersebut juga dapat dipantau melalui berbagai platform ekonomi global seperti Trading Economics yang menyediakan pembaruan nilai tukar secara real-time.
