Naratifmedia.com – Isu HAM Papua kembali menjadi perhatian dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Kepulauan Solomon dan Vanuatu menyampaikan sorotan terkait dugaan pelanggaran HAM serta kondisi masyarakat adat di Papua.
Kepulauan Solomon menyerukan agar laporan dugaan pelanggaran HAM di Papua diverifikasi secara independen. Negara tersebut juga meminta Komisaris Tinggi HAM PBB melakukan kunjungan ke Papua.
Sementara itu, Vanuatu turut menyampaikan kekhawatiran mengenai dugaan pelanggaran HAM dan kondisi masyarakat adat Papua dalam forum tersebut.
Indonesia kemudian menggunakan hak jawab untuk merespons sorotan tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa tudingan mengenai pelanggaran HAM sistematis tidak sesuai dengan posisi Indonesia.
Pemerintah juga menyatakan bahwa setiap dugaan pelanggaran HAM yang kredibel ditangani melalui lembaga nasional dan mekanisme hukum yang berlaku, termasuk Komnas HAM.
Indonesia meminta situasi Papua dilihat secara menyeluruh. Pemerintah menyoroti adanya warga sipil, guru, tenaga kesehatan, serta aparatur pemerintah yang juga menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata.
Dengan demikian, Indonesia menekankan bahwa pembahasan mengenai kondisi HAM di Papua perlu mempertimbangkan seluruh fakta dan berbagai pihak yang terdampak kekerasan.
Informasi mengenai respons Indonesia tersebut dikutip dari BeritaSatu.
