Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjadi “fenomena sosial” karena sering dikaitkan dengan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Menurutnya, program tersebut kerap menjadi sorotan hingga dijadikan konten viral di media sosial yang menghasilkan monetisasi tinggi.
Dalam pernyataannya, Nanik menilai program MBG saat ini tidak hanya menjadi perhatian publik, tetapi juga terus muncul dalam berbagai pembahasan di media sosial. Ia bahkan berseloroh bahwa hampir setiap persoalan yang muncul di masyarakat sering kali dikaitkan dengan program tersebut.
Menurut Nanik, konten yang membahas MBG kerap menjadi viral karena memiliki nilai engagement tinggi. Ia menilai fenomena tersebut turut dipengaruhi oleh sistem monetisasi di berbagai platform media sosial.
“Karena ada monetisasinya. Misalnya ayamnya sudah dimakan, lalu ditampilkanlah menu seperti ini MBG, langsung viral like-nya tinggi monetisasinya dapat duit. Apalagi kalau yang Facebook Pro,” ujar Nanik.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat pihaknya cukup kesulitan untuk membatasi penyebaran konten yang berkaitan dengan MBG. Meski demikian, Nanik menegaskan bahwa publik perlu membedakan antara program MBG dengan pelaksanaan teknis di lapangan.
Menurutnya, jika ditemukan adanya penyimpangan atau dugaan korupsi dalam pelaksanaan program, maka yang harus menjadi sorotan adalah oknum pelaksana, bukan program MBG secara keseluruhan.
Nanik juga berharap masyarakat dapat melihat program MBG sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi nasional. Ia menilai keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Nanik mengapresiasi langkah Universitas Hasanuddin yang membangun fasilitas SPPG untuk mendukung pengembangan program gizi nasional. Ia berharap kampus-kampus lain dapat ikut berkontribusi dalam penguatan program tersebut.
Pernyataan Nanik terkait fenomena viral MBG pun kini ramai menjadi perbincangan publik di media sosial dan memunculkan berbagai respons dari masyarakat.
