Naratifmedia.com – Gelombang protes terhadap Kylian Mbappe mulai memuncak di kalangan pendukung Real Madrid. Sejak awal Mei 2026, petisi online bertajuk “Mbappe Out” viral dan telah mengumpulkan jutaan tanda tangan dari fans yang kecewa dengan performa dan situasi internal tim.
Tekanan terhadap Kylian Mbappe di Real Madrid semakin besar setelah petisi daring yang menuntut sang pemain hengkang viral di media sosial. Hingga 6 Mei 2026, jumlah tanda tangan disebut telah menembus lebih dari 4 juta, bahkan ada klaim yang menyebut angkanya mendekati 8,5 juta di beberapa platform.
Kemarahan fans dipicu oleh performa Real Madrid yang menurun drastis musim ini. Los Blancos terancam menutup musim tanpa gelar besar usai tersingkir dari Liga Champions oleh Bayern Munich dan tertinggal dari Barcelona di La Liga.
Di luar lapangan, kontroversi juga memperkeruh situasi. Mbappe disebut terlihat berlibur di Sardinia, Italia, saat sedang dalam masa pemulihan cedera. Hal ini memicu kritik tajam dari para pendukung yang menilai sang pemain tidak menunjukkan komitmen penuh.
Selain itu, muncul laporan mengenai ketegangan di ruang ganti. Hubungan Mbappe dengan beberapa pemain, termasuk Jude Bellingham, dikabarkan tidak harmonis, yang disebut berdampak pada chemistry tim.
Menariknya, sebagian fans juga menyoroti statistik yang menunjukkan Real Madrid justru tampil lebih solid saat Mbappe absen. Tren kemenangan saat sang bintang tidak bermain memunculkan narasi “kutukan Mbappe” di kalangan pendukung.
Petisi ini awalnya hanya menargetkan 200 ribu tanda tangan, namun angka tersebut langsung terlampaui dalam waktu singkat. Bahkan, beberapa situs khusus seperti kampanye “Mbappe Out” hingga hitung mundur kontrak Mbappe juga bermunculan sebagai bentuk protes.
Meski mendapat tekanan besar, Mbappe masih terikat kontrak bersama Real Madrid hingga 30 Juni 2029. Situasi ini membuat masa depannya di Santiago Bernabeu semakin menjadi sorotan.
