Tim Heroic (Naratifmedia.com/X.com/heroic.dota2)Tim Heroic (Naratifmedia.com/X.com/heroic.dota2)

Naratifmedia.com – Tim esports Heroic resmi membubarkan divisi Dota 2 pada 5 Mei 2026 akibat masalah keuangan yang berkepanjangan. Keputusan ini membuat seluruh pemain dilepas dari kontrak dan kini bebas mencari tim baru.

Kabar pembubaran ini menjadi perhatian karena Heroic dikenal sebagai salah satu tim Dota 2 terkuat dari Amerika Selatan. Tim tersebut bahkan mencatat sejarah sebagai perwakilan pertama dari region tersebut yang mampu meraih gelar turnamen tingkat tinggi, seperti Fissure Universe: Episode 7 dan PGL Wallachia Season 2.

Selain itu, Heroic juga menunjukkan performa konsisten di panggung internasional dengan menembus 10 besar The International pada edisi 2024 dan 2025. Kondisi finansial yang tidak stabil disebut sebagai alasan utama di balik keputusan ini, sebagaimana dilansir dari gosugamers.net.

Keputusan Heroic bubar Dota 2 tidak terjadi secara tiba-tiba. Organisasi mengungkapkan bahwa hasil finansial tidak sejalan dengan performa tim di kompetisi. Meskipun memiliki prestasi dan dukungan komunitas, kondisi ini dinilai tidak berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dilansir dari akun X miliknya, Robin Nymann selaku Chief Executive Officer (CEO) HEROIC menyebut keputusan ini sebagai salah satu yang paling sulit selama kariernya. Ia menjelaskan bahwa Dota 2 merupakan industri yang menantang dari sisi komersial, sehingga organisasi belum mampu menemukan model bisnis yang berkelanjutan untuk mempertahankan divisi tersebut.

HEROIC juga menegaskan akan tetap memberikan dukungan kepada para pemain dalam melanjutkan karier mereka, termasuk membantu mereka menemukan tim baru di kancah kompetitif.

Sejak awal, Heroic dibangun dengan komposisi pemain yang kompetitif. Héctor (K1) Rodríguez mengisi posisi carry, sementara João Gabriel (4nalog) Giannini Santos bermain sebagai midlane. Posisi offlane ditempati Cedric (Davai) Deckmyn. Untuk lini support, tim diperkuat Elvis (Scofield) Peña dan Matheus (KJ) Diniz.

Di luar pemain, Heroic didukung Igor (kaffs) Estevão sebagai pelatih dan Vitória (Guashi) Otero sebagai manajer. Selain itu, terdapat Andrei-Vlad (Mangusu) Sateanu dan Jens Hofer sebagai asisten pelatih.

Namun, perjalanan tim tidak selalu mulus. Heroic melakukan berbagai perubahan roster untuk menemukan performa terbaik. Mereka sempat meraih gelar bersama David (Parker) Nicho Flores. Akan tetapi, Parker hanya bertahan selama dua bulan.

Setelah itu, posisi carry diisi oleh Yuma (Yuma) Langlet. Sementara itu, Adrián (Wisper) Dobles menggantikan Davai di offlane. Di sisi lain, posisi manajer juga mengalami pergantian dari Guashi ke Barbara (Babi) Bornia.

Perubahan kembali terjadi ketika Mangusu dan 4nalog meninggalkan tim. Kondisi ini membuat Wisper sempat dipindahkan ke posisi midlane. Davai kemudian kembali bergabung dengan tim.

Tidak hanya itu, lini support juga mengalami pergantian. Scofield keluar dan digantikan oleh Thiago (Thiolicor) Cordeiro. Setelah itu, Davai kembali hengkang dan posisinya diisi oleh Santiago (TaiLung) Gustavo. Terakhir, Gustavo (fcr) Ribeiro menjadi rekrutan penutup sebelum tim dibubarkan.

Keputusan Heroic bubar Dota 2 membawa dampak besar, terutama bagi region Amerika Selatan. Para pemain kini berstatus bebas dan berpeluang bergabung dengan tim lain. Hal ini berpotensi mengubah peta kekuatan di turnamen mendatang.

Berakhirnya divisi Dota 2 Heroic menjadi akhir dari perjalanan panjang yang penuh dinamika. Meski demikian, kontribusi mereka tetap berpengaruh dalam perkembangan Dota 2, khususnya di kawasan Amerika Selatan.

By Yoga Satria Harianto

Yoga Satria Harianto merupakan penulis di Naratif Media yang aktif menyajikan berbagai informasi terkini dengan gaya penulisan yang ringan, jelas, dan mudah dipahami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *