Naratifmedia.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi pendidikan nasional yang dinilai masih jauh dari prinsip keadilan dan pemerataan. Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, HMI menyoroti praktik komersialisasi pendidikan serta rendahnya kesejahteraan tenaga pendidik.
Dalam pernyataan sikapnya, HMI menegaskan bahwa pendidikan seharusnya menjadi alat pembebasan. Pendidikan tidak boleh memperkuat ketimpangan sosial. Pandangan ini sejalan dengan pemikiran Paulo Freire. Ia menyebut pendidikan bisa membebaskan atau justru menindas.
Namun, kondisi di Indonesia dinilai belum ideal. Biaya pendidikan masih tinggi. Akses juga belum merata di berbagai daerah. Selain itu, kesejahteraan guru masih menjadi masalah. Banyak guru honorer belum mendapat penghasilan yang layak. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan peran mereka dalam pendidikan.
HMI juga menyoroti praktik komersialisasi pendidikan. Mereka menilai sistem ini membuat pendidikan semakin sulit diakses masyarakat. Di sisi lain, kondisi buruh juga menjadi perhatian. Upah yang belum layak membuat mobilitas sosial semakin sulit dicapai.
“Jika pendidikan dan kerja tidak lagi menjadi jalan mobilitas sosial, maka yang kita hadapi bukan sekadar kegagalan kebijakan, melainkan krisis struktural yang sistemik,” demikian disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, tuntutan ini kembali disuarakan. HMI menilai Hardiknas tidak boleh hanya menjadi acara seremonial.
Firman, salah satu pihak yang mendukung, menyatakan pendidikan tidak boleh dikomersialisasi. Ia menilai hal itu bertentangan dengan konstitusi. Ia juga menegaskan pentingnya kesejahteraan guru dan pemerataan akses pendidikan. Menurutnya, hal tersebut menjadi kunci keadilan sosial.
HMI Cabang Yogyakarta menyampaikan beberapa tuntutan utama. Mereka meminta penghentian komersialisasi pendidikan. Mereka juga mendesak peningkatan kesejahteraan guru. Selain itu, mereka mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
