Naratifmedia.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat yang terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk menyesuaikan aktivitas guna mengurangi risiko gangguan kesehatan. Warga diminta membatasi kegiatan di luar rumah, terutama kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil.
Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker, terutama jenis N95 jika tersedia. Perlindungan mata dan kulit juga perlu diperhatikan untuk mengurangi paparan asap.
Selain itu, warga yang mengalami keluhan seperti batuk, iritasi mata, atau gangguan kulit setelah terpapar asap diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Kabut asap karhutla dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Karena itu, upaya perlindungan diri menjadi penting selama kualitas udara masih terdampak asap.
Meski masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan, penanganan sumber kebakaran juga menjadi hal penting untuk mengurangi paparan asap secara berkelanjutan.
Menurut Sobat Naratif, warga perlu beradaptasi dengan asap atau sumber karhutla harus segera dihentikan?
