Naratifmedia.com – Wilayah otonom Spanyol di Ceuta kembali menjadi sorotan setelah ribuan imigran dari Maroko berusaha memasuki kawasan tersebut melalui jalur laut dan darat. Dalam insiden terbaru, sedikitnya sembilan orang dilaporkan meninggal dunia saat mencoba menyeberang.

Dalam 10 hari terakhir, sekitar 1.500 hingga 2.000 migran dilaporkan berhasil mencapai Ceuta. Sementara itu, ratusan lainnya diperkirakan masih berupaya menyeberang. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah migran berenang menggunakan alat apung, memanjat pagar perbatasan, hingga meneriakkan “Viva Espana!” setelah memasuki wilayah Spanyol.

Presiden Ceuta, Jesus Vivas, menyatakan wilayahnya tengah menghadapi kondisi darurat kemanusiaan dan sosial. Ia meminta pemerintah pusat segera menambah personel keamanan untuk mengendalikan situasi di perbatasan.

Sebagai respons, pemerintah Spanyol mengirim 60 personel militer guna memperkuat pengamanan di Ceuta. Meski demikian, pemerintah menegaskan belum akan menetapkan status darurat nasional.

Pemerintah Spanyol juga menuding jaringan penyelundupan manusia memanfaatkan putusan Mahkamah Agung yang melarang pemulangan migran yang dicegat di laut menuju Ceuta dan Melilla. Kebijakan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya arus migrasi menuju wilayah perbatasan Spanyol di Afrika Utara.

By Naratif Media

Naratif Media adalah tim penulis yang aktif menghadirkan berbagai informasi terkini dengan gaya penyampaian yang ringan, jelas, dan mudah dipahami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *