Naratifmedia.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat alokasi anggaran Rp240,20 triliun untuk tahun anggaran 2027. Anggaran tersebut disepakati bersama Komisi IX DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat pada Kamis (17/9/2026), tiga hari setelah Purbaya Yudhi Sadewa digantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan.
Dari total anggaran tersebut, Rp232,88 triliun atau 96,95 persen dialokasikan untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional. Sementara Rp7,33 triliun digunakan untuk dukungan manajemen. Khusus program Makan Bergizi Gratis (MBG), alokasinya mencapai sekitar Rp232,50 triliun dengan target 72,46 juta penerima manfaat pada 2027.
Besaran anggaran tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah Purbaya menyatakan anggaran MBG 2027 yang berada di kisaran Rp240 triliun masih bisa ditekan melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi. Dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia pada 3 September, Purbaya bahkan menyebut anggaran MBG berpeluang ditekan hingga di bawah Rp200 triliun.
Namun, angka yang kemudian disepakati untuk BGN tetap Rp240,20 triliun. Nilai tersebut sebenarnya sudah mengalami efisiensi Rp30 triliun dari pagu indikatif sebelumnya sebesar Rp270,20 triliun.
Dengan pagu tersebut, BGN menargetkan MBG menjangkau 72.464.886 penerima pada 2027. Sasaran itu mencakup peserta didik serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Perubahan Menteri Keuangan pada 14 September dan kesepakatan anggaran BGN tiga hari kemudian membuat besaran anggaran MBG kembali menjadi sorotan, terutama karena sebelumnya Purbaya sempat membuka peluang agar anggaran program tersebut dapat ditekan di bawah Rp200 triliun.
