Naratifmedia.com – Pemerintah memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dipertahankan meski defisit APBN 2026 berisiko meningkat akibat tekanan ekonomi global.
Pemerintah tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari prioritas nasional, meskipun kondisi fiskal menghadapi tekanan dari dinamika global. Kebijakan ini diambil dengan tetap menjaga arah pembangunan jangka panjang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut bahwa berbagai program unggulan pemerintah, termasuk MBG, dirancang sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, dampak dari kondisi global saat ini bersifat sementara dan tidak boleh mengganggu target pembangunan yang lebih luas.
Ia menjelaskan bahwa efisiensi anggaran akan dilakukan pada sejumlah pos belanja lain, bukan pada program utama. Efisiensi tersebut meliputi pengurangan belanja jasa, perjalanan dinas, belanja aparatur, hingga pengeluaran peralatan di berbagai kementerian dan lembaga.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penyesuaian terhadap program-program tambahan yang dinilai belum mendesak. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas fiskal tanpa mengorbankan program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Efisiensi itu bisa macam-macam. Bisa dari belanja jasa, belanja perjalanan dinas, belanja aparatur, belanja peralatan. Kemudian dari masing-masing K/L juga ada program nanti yang bisa disisir,” ujar Airlangga, sebagaimana dilansir dari Bisnis.com.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal dan keberlanjutan program prioritas, di tengah risiko defisit APBN yang berpotensi meningkat.
