Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa resmi mengesahkan resolusi yang menegur Iran dan menyerukan penghentian serangan terhadap negara-negara di kawasan Teluk Arab. Resolusi tersebut disetujui dengan 13 suara, sementara Rusia dan China memilih abstain dalam pemungutan suara.
Resolusi Dewan Keamanan PBB itu menuntut Iran segera menghentikan serangan terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk. Negara yang disebut dalam resolusi tersebut antara lain Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Yordania.
Selain itu, resolusi tersebut juga mengutuk setiap tindakan atau ancaman yang dapat mengganggu navigasi internasional di Selat Hormuz. Jalur laut tersebut dikenal sebagai salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia.
Dalam isi resolusi, Dewan Keamanan PBB menegaskan bahwa stabilitas kawasan Teluk sangat penting bagi keamanan dan perdagangan global. Oleh karena itu, setiap upaya yang menghambat jalur pelayaran internasional dinilai berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik.
Amerika Serikat menyambut keputusan tersebut dan menyebut resolusi itu sebagai bentuk kecaman internasional terhadap tindakan Iran di kawasan Teluk.
Namun, pemerintah Iran menolak resolusi tersebut. Perwakilan Iran menilai Dewan Keamanan PBB telah memutarbalikkan fakta dengan mengabaikan serangan yang lebih dahulu dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Menurut pernyataan perwakilan Iran, negaranya justru menjadi korban agresi militer yang telah menewaskan ribuan orang sejak akhir Februari lalu. Iran menegaskan bahwa langkah yang mereka ambil merupakan respons terhadap serangan yang lebih dulu terjadi.
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir memang meningkat tajam. Konflik yang melibatkan sejumlah negara besar tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas global, terutama terkait keamanan jalur perdagangan energi dunia.
