Naratifmedia.com – Ibu korban peluru nyasar TNI AL di Gresik, Jawa Timur, Dewi Murniati, mengaku diminta membuat video permintaan maaf serta menghapus unggahan di media sosial terkait kasus yang menimpa anaknya.
Dewi merupakan ibu dari Darrell Fausta Hamdani (14), remaja yang menjadi korban dalam insiden peluru nyasar yang diduga melibatkan anggota TNI AL. Ia menyebut permintaan tersebut muncul setelah proses mediasi dengan pihak kesatuan Marinir tidak menemukan titik temu.
Menurut Dewi, permintaan itu disampaikan dalam pertemuan kedua antara pihak keluarga dan kesatuan Marinir yang berlangsung pada 19 Februari 2026. Ia mengungkapkan bahwa draf balasan dari pihak kesatuan justru berisi permintaan agar dirinya membuat video permintaan maaf.
“Yang pertama, saya sebagai ibu korban harus membuat permintaan maaf dalam video yang dibuat di batalion mereka, sekaligus saya diminta untuk menurunkan surat terbuka yang sudah saya unggah,” ujar Dewi dalam konferensi pers di Jakarta Barat, Kamis (2/4/2026), seperti dilansir dari Kompas.com.
Dewi menambahkan, permintaan tersebut muncul setelah dirinya sebelumnya menyampaikan laporan ke POM AL serta mempublikasikan surat terbuka di media sosial pada Februari 2026.
Menanggapi pernyataan tersebut, Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, Ahmad Fauzi, membantah adanya tindakan intimidasi terhadap keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan tekanan dalam proses komunikasi yang berlangsung.
“Kami tegaskan tidak pernah ada tindakan intimidatif terhadap keluarga korban. Kehadiran perwira yang dimaksud semata-mata untuk pendalaman teknis terkait proyektil,” ujar Fauzi dalam keterangan resmi, dikutip dari sumber yang sama.
Lebih lanjut, pihak Marinir juga menjelaskan bahwa kebuntuan dalam proses mediasi terjadi karena adanya perbedaan tuntutan. Pihak kesatuan menyebut nilai tuntutan finansial yang diajukan keluarga korban mencapai Rp3 miliar.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keselamatan warga sipil serta transparansi penanganan insiden yang melibatkan aparat.
