Naratifmedia.com – Gelombang panas ekstrem kembali melanda sejumlah negara di Eropa dan menyebabkan lebih dari 1.300 kematian tambahan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut fenomena ini dipicu oleh perubahan iklim yang membuat cuaca ekstrem semakin sering terjadi.
Sejumlah negara di Eropa mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah akibat gelombang panas yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Jerman mencatat suhu mencapai 41,7 derajat Celsius, sementara Republik Ceko menyentuh 41,9 derajat Celsius.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan gelombang panas yang sebelumnya dianggap sebagai fenomena “sekali dalam satu generasi” kini dapat terjadi hampir setiap tahun akibat perubahan iklim dan pemanasan global.
“Didorong oleh perubahan iklim dan pemanasan global, fenomena gelombang panas ‘sekali dalam satu generasi’ kini terjadi hampir setiap tahun. Kita telah diperingatkan,” ujar Tedros.
WHO pun mendorong negara-negara di Eropa segera menerapkan rencana aksi kesehatan untuk menghadapi dampak gelombang panas yang semakin ekstrem.
Dikutip dari BeritaSatu, WHO melaporkan lebih dari 1.300 kematian tambahan terjadi sejak 21 Juni 2026. Prancis menjadi negara dengan jumlah korban terbanyak, yakni sekitar 1.000 orang, dengan sekitar 85 persen korban merupakan warga lanjut usia berusia di atas 65 tahun.
Fenomena ini kembali menjadi pengingat akan meningkatnya dampak perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat dan pentingnya langkah mitigasi untuk menghadapi cuaca ekstrem di masa mendatang.
