Naratifmedia.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, mengklaim dirinya tidak pernah mendapat teguran dari Presiden Prabowo Subianto sejak resmi menjabat sebagai Menteri HAM pada 21 Oktober 2024. Pernyataan tersebut disampaikan Pigai saat menghadiri acara Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jawa Barat.
Dalam pernyataannya, Pigai menyebut berbagai sikap dan pandangannya terkait isu hak asasi manusia kerap menjadi sorotan publik. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak pernah memberikan teguran kepadanya, baik secara lisan maupun tertulis.
Pigai mengatakan hal itu menjadi tanda bahwa pandangan yang ia sampaikan masih sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Ia bahkan mengaku semakin aktif menyuarakan isu HAM karena merasa mendapat dukungan penuh dari pimpinan pemerintahan.
“Sampai detik ini, sejak tanggal 21 Oktober 2024 sampai detik ini hampir 1,8 tahun, saya jadi menteri sekalipun tidak pernah ditegur, apakah teguran lisan maupun tulisan,” ujar Pigai saat berbicara di hadapan para jurnalis.
Ia juga mencontohkan momen ketika dirinya mendatangi kantor Tempo usai kasus teror kepala babi terhadap jurnalis yang sempat ramai diperbincangkan publik. Menurut Pigai, banyak pihak saat itu menduga dirinya akan mendapat teguran dari pemerintah karena langkah tersebut.
Namun, Pigai menegaskan hal tersebut tidak pernah terjadi. Ia justru merasa tetap mendapat kepercayaan penuh untuk menyampaikan pandangan terkait isu HAM di Indonesia.
“Kalau seorang menteri ditegur biasanya diam, saya malah makin gas saja ini,” kata Pigai.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik karena menyangkut dinamika komunikasi internal kabinet serta posisi pemerintah dalam merespons isu hak asasi manusia yang berkembang di tengah masyarakat.
