Parivision menjuarai turrnamen DreamLeague Musim 29 (Naratifmedia.com/x.com/ESLDota2)Parivision menjuarai turrnamen DreamLeague Musim 29 (Naratifmedia.com/x.com/ESLDota2)

Naratifmedia.com – Tim PARIVISION berhasil memenangkan turnamen DreamLeague Musim 29 setelah mengalahkan Tim Aurora Gaming dengan skor 3-2 di partai grand final pada 25 Mei 2026.

Berbeda dengan musim sebelumnya, DreamLeague Musim 29 menggunakan format tradisional yang hanya terdiri dari fase grup dan fase gugur. Turnamen ini memperebutkan total hadiah sebesar 1 juta dolar Amerika Serikat. Sebanyak 750 ribu dolar diberikan untuk pemain, sedangkan 250 ribu dolar lainnya dialokasikan sebagai Club Reward bagi organisasi peserta. Selain itu, tersedia total 28.300 EPT Points yang penting dalam perebutan tiket menuju Esports World Cup (EWC) 2026.

Perjalanan Tim PARIVISION pada DreamLeague Musim 29 berjalan cukup mulus. Mereka berhasil finis di posisi kedua fase grup B sebelum melaju ke grand final melalui jalur upper bracket.

Menariknya, tim yang dilatih Clement (Puppey) Ivanov tersebut menggunakan pemain pengganti Evgeniy (Noticed) Ignatenko untuk menggantikan Valery (SSS) Lazarev. Perubahan ini diduga bersifat permanen setelah Tim Yandex mempermanenkan Dmitry (DM) Dorokhin sebagai pemain offlane utama mereka.

Dalam wawancara usai kemenangan bersama komentator dan analis Dota 2 Andrew (Jenkins) Jenkins, Vladimir (No[o]ne) Minenko mengaku pola pikirnya terhadap kompetitif Dota 2 mulai berubah. Ia menyebut saat masih berusia 18 hingga 23 tahun dirinya lebih banyak menghabiskan waktu bermain Dota 2 dibanding berkumpul bersama teman atau melakukan aktivitas lain.

Kini, No[o]ne merasa menjaga kesehatan mental, berolahraga, dan beristirahat menjadi hal penting agar pemain dapat tampil konsisten di tengah padatnya jadwal turnamen Dota 2 internasional.

Sementara itu, Aurora Gaming juga tampil impresif sepanjang turnamen. Mereka lolos dari fase grup A di peringkat keempat sebelum melaju jauh di fase gugur.

Perjalanan Aurora Gaming di upper bracket sempat terhenti pada semifinal setelah kalah dari Tim Spirit dengan skor 1-2. Namun, tim yang dilatih Damien (kpii) Chok tersebut berhasil bangkit melalui lower bracket.

Aurora Gaming sukses mengalahkan juara bertahan Tim Tundra Esports dengan skor 2-0. Mereka juga menumbangkan tim kuat Falcons dengan skor 2-0 sebelum membalas kekalahan dari Tim Spirit dengan skor 2-0 untuk memastikan tempat di grand final.

Di sisi lain, Tim PlayTime kembali menjadi tim kuda hitam pada DreamLeague Musim 29 setelah finis di posisi enam besar. Sebelumnya, roster yang baru direkrut organisasi tersebut juga berhasil finis di posisi lima besar pada turnamen PGL Wallachia Musim 8.

Menariknya, Tim PlayTime harus memulai perjalanan mereka melalui DreamLeague Divisi 2 Musim 4 agar dapat tampil di DreamLeague Musim 29.

Beberapa tim besar juga gagal memenuhi ekspektasi pada turnamen ini. Tim Liquid secara mengejutkan hanya mampu finis di posisi 10 besar meski sebelumnya berhasil menempati peringkat ketiga fase grup A.

Sementara itu, Tim Natus Vincere (NAVI) yang keluar sebagai juara fase grup B justru gagal melaju jauh dan harus puas finis di posisi 12.

Tim Indonesia REKONIX yang dilatih Ivan (MinD_ContRoL) Ivanov juga harus tersingkir setelah finis di posisi delapan fase grup B. Di sisi lain, mantan tim MinD_ContRoL yakni Tim Nigma Galaxy gagal melanjutkan turnamen setelah hanya menempati posisi ketujuh grup B.

Menariknya, Tim Nigma Galaxy harus memulai perjalanan mereka dari DreamLeague Divisi 2 Musim 4, sama seperti Tim PlayTime.

Turnamen DreamLeague Musim 29 menghadirkan banyak kejutan serta persaingan ketat antar tim peserta. Keberhasilan Tim PARIVISION menjuarai turnamen ini menunjukkan konsistensi performa mereka meski menggunakan pemain pengganti di posisi offlane.

Di sisi lain, performa Aurora Gaming dan PlayTime juga menjadi sorotan karena mampu tampil impresif sepanjang turnamen. Hasil DreamLeague Musim 29 sekaligus membuat persaingan menuju Esports World Cup (EWC) 2026 semakin menarik, terutama dalam perebutan poin EPT di skena kompetitif Dota 2 internasional.

By Yoga Satria Harianto

Yoga Satria Harianto merupakan penulis di Naratif Media yang aktif menyajikan berbagai informasi terkini dengan gaya penulisan yang ringan, jelas, dan mudah dipahami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *