Parivision juara turnamen 1win Essence (Naratifmedia.com/x.com/1win_essence)Parivision juara turnamen 1win Essence (Naratifmedia.com/x.com/1win_essence)

Naratifmedia.com – Tim PARIVISION berhasil memenangkan turnamen Dota 2 1win Essence Season 1 setelah mengalahkan tim 1w dengan skor 3-0 pada 12 Mei 2026. Meski tidak diperkuat Valery (SSS) Lazarev, PARIVISION tetap tampil dominan bersama Evgeniy (Noticed) Ignatenko dan sukses menjuarai turnamen yang diselenggarakan oleh BASED Esports.

Turnamen 1win Essence Season 1 awalnya diikuti sejumlah tim besar seperti Team Yandex, Team Liquid, Aurora Gaming, dan Team Falcons. Turnamen ini memperebutkan total hadiah sebesar 100.000 dolar Amerika Serikat. Namun, tim-tim tersebut memutuskan mundur sebelum turnamen dimulai.

Sebagai pengganti, penyelenggara mengundang tim Nemesis dan South America Rejects. Menariknya, South America Rejects resmi mendapatkan organisasi baru setelah direkrut oleh PlayTime, organisasi esports asal Filipina yang sebelumnya melepas roster lamanya.

Menariknya, turnamen 1win Essence Season 1 juga berlangsung di tengah perubahan patch Dota 2. Valve merilis patch 7.41c saat turnamen sedang berjalan. Seluruh tim peserta pun harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan gameplay dan meta permainan.

Perubahan patch tersebut membuat beberapa tim harus menyesuaikan strategi serta pemilihan hero selama kompetisi berlangsung. Hal ini juga menjadi salah satu alasan banyak hasil mengejutkan terjadi sepanjang turnamen.

Tim Nemesis memanfaatkan turnamen ini untuk mencoba sejumlah pemain baru. Beberapa di antaranya adalah Vladislav (Rubikon155) Gaidau, João Gabriel (4nalog) Giannini Santos, Rodrigo (Lelis) Santos, Luke (Yamsun) Wang, dan Filipe (Astini) Ribeiro.

Namun, langkah Nemesis harus terhenti setelah kalah dari tim 1w dengan skor 1-2 di fase penentu.

Mouz yang menggunakan jasa sementara Sumail (SumaiL) Hassan dan Tobias (Tobi) Buchner juga gagal melaju jauh. Mereka kalah dari tim L1GA dengan skor 1-2.

Sementara itu, Tundra Esports secara mengejutkan gagal mencapai enam besar setelah kalah dari tim 1w dan Yellow Submarine.

Nigma Galaxy menjadi salah satu tim yang tampil cukup konsisten sepanjang turnamen. Mereka berhasil mencapai empat besar setelah mengalahkan L1GA dan REKONIX dengan skor identik 2-0 di babak playoff.

Namun, perjalanan Nigma Galaxy harus terhenti di final lower bracket setelah kalah dari tim 1w dengan skor 1-2.

Di sisi lain, tim Indonesia REKONIX menjadi salah satu kejutan terbesar dalam turnamen ini. REKONIX berhasil menembus enam besar setelah finis di posisi kedua fase grup.

Namun, perjalanan mereka terhenti setelah kalah dari tim 1w di upper bracket dan Nigma Galaxy di lower bracket dengan skor identik 0-2.

Saat ini, REKONIX menggunakan jasa Ivan (Mind_Control) Borislavov Ivanov sebagai pelatih uji coba. Ia menggantikan Gregorius (Sundabule) Prasetyo yang memilih fokus melanjutkan pendidikan kuliahnya.

Tim 1w harus melewati perjalanan panjang menuju grand final 1win Essence Season 1 setelah hanya finis di posisi ketiga fase grup.

Mereka berhasil mencapai final upper bracket sebelum kalah dari PARIVISION dengan skor 0-2. Tim 1w kemudian bangkit di lower bracket dengan mengalahkan PlayTime 2-0 untuk mencapai grand final.

Pada pertandingan puncak, tim 1w kembali bertemu PARIVISION. Namun, mereka harus mengakui keunggulan lawannya setelah kalah telak dengan skor 0-3.

Turnamen 1win Essence Season 1 menghadirkan banyak kejutan dan persaingan ketat antar tim peserta. Keberhasilan PARIVISION juara dengan pemain pengganti menunjukkan kemampuan adaptasi tim sepanjang turnamen.

Selain itu, performa REKONIX yang berhasil menembus enam besar juga menjadi sorotan positif bagi perkembangan skena Dota 2 Indonesia.

By Yoga Satria Harianto

Yoga Satria Harianto merupakan penulis di Naratif Media yang aktif menyajikan berbagai informasi terkini dengan gaya penulisan yang ringan, jelas, dan mudah dipahami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *