Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengajak negara-negara di dunia untuk bergabung dalam perang bersama Amerika Serikat melawan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Seruan itu disampaikan Netanyahu saat mengunjungi lokasi serangan di kota Arad, Israel selatan, pada Minggu (22/3/2026). Dalam pernyataannya, ia menuding Iran sebagai ancaman serius bagi stabilitas global dan keamanan internasional.
Netanyahu mengklaim bahwa Iran telah meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia. Menurutnya, serangan tersebut menunjukkan bahwa jangkauan ancaman Iran kini tidak lagi terbatas di kawasan Timur Tengah, melainkan sudah mencakup wilayah yang lebih luas hingga ke negara-negara Eropa.
“Mau bukti apa lagi?” ujar Netanyahu, seraya mendorong negara-negara lain untuk ikut serta dalam upaya militer melawan Iran.
Namun, pihak Iran membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak terlibat dalam serangan ke pangkalan militer Inggris. Bantahan ini menambah ketidakpastian di tengah situasi yang semakin memanas.
Netanyahu juga mengklaim bahwa sejumlah negara telah mulai bergerak mendukung langkah tersebut, meski belum ada konfirmasi resmi terkait keterlibatan langsung negara-negara lain dalam konflik ini
Pengamat menilai, jika seruan Netanyahu direspons secara luas oleh negara-negara besar, maka konflik ini berpotensi berkembang menjadi perang berskala global. Kondisi tersebut bahkan memunculkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya konflik besar yang melibatkan banyak negara.
Situasi ini menambah daftar panjang ketegangan geopolitik global yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
https://www.instagram.com/reel/DWOSp48kYzi/?igsh=MWFub3lkazJmOTJ5aw==