Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, menyatakan pihak kepolisian masih mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Hingga kini, penyidik masih memburu pelaku dan belum menetapkan tersangka dalam peristiwa tersebut.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan penyelidikan masih terus berjalan dan tim kepolisian tengah bekerja untuk mengungkap pelaku penyerangan tersebut.
“Anggota saya masih bekerja, doakan saja bisa terungkap dengan cepat,” ujar Asep saat meninjau arus mudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Sabtu (14/3/2026).
Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam (12/3/2026). Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV, korban disiram oleh dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat sekitar pukul 23.37 WIB.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Saputra, mengonfirmasi bahwa status perkara kini telah dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.
Menurut Roby, hingga saat ini penyidik masih memfokuskan upaya pada identifikasi dan penangkapan pelaku. Polisi juga masih mengumpulkan berbagai bukti serta keterangan saksi terkait peristiwa tersebut.
Hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut. Informasi mengenai perkembangan kasus ini sebelumnya juga dilaporkan oleh Kompas.com.