Naratifmedia.com – Sejumlah gerai Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Kabupaten Bojonegoro menghentikan operasional setelah para karyawan mengeluhkan besaran upah yang diterima jauh di bawah janji awal. Mereka mengaku sempat dijanjikan gaji hingga Rp1,4 juta per bulan, namun ada yang hanya menerima sekitar Rp76 ribu sejak mulai bekerja.
Penutupan operasional terjadi setelah muncul keluhan dari para pengelola dan karyawan terkait sistem pengupahan yang dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi. Selain besaran gaji, mereka juga mengaku tidak pernah menerima surat perjanjian kerja maupun penjelasan mengenai hak dan kewajiban sebelum mulai bekerja.
Kepala Desa Campurejo, Edi Susanto, membenarkan adanya laporan mengenai penutupan sejumlah gerai Kopdes Merah Putih di wilayahnya. Menurutnya, persoalan tersebut dipicu oleh ketidakjelasan sistem kerja dan besaran upah yang diterima para karyawan.
Dikutip dari laporan yang beredar, kondisi ini memicu kekecewaan para pengelola hingga akhirnya memutuskan menghentikan operasional koperasi. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola program terkait mekanisme pengupahan maupun tindak lanjut atas keluhan para pekerja.
