n protes keras terhadap kepemimpinan wasit François Letexier (Naratifmedia/Fifa)n protes keras terhadap kepemimpinan wasit François Letexier (Naratifmedia/Fifa)

Naratifmedia.com – Kemenangan dramatis Argentina atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 menyisakan kontroversi. Kubu Mesir melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit François Letexier yang dinilai membuat sejumlah keputusan krusial yang merugikan timnya.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB itu berakhir dengan kemenangan Argentina 3-2. Namun, hasil laga turut diwarnai kontroversi yang memicu kekecewaan dari kubu Mesir.

Keputusan pertama yang dipersoalkan terjadi pada menit ke-59. Mostafa Ziko sempat mencetak gol yang membuat Mesir unggul 2-0. Namun, setelah dilakukan peninjauan Video Assistant Referee (VAR), wasit François Letexier memutuskan menganulir gol tersebut karena adanya dugaan pelanggaran dalam proses terciptanya gol.

Kontroversi kembali muncul pada masa injury time. Pihak Mesir menilai Mohamed Salah dijatuhkan di dalam kotak penalti Argentina pada menit ke-90+2. Meski para pemain Mesir meminta wasit meninjau VAR, pertandingan tetap dilanjutkan tanpa pemeriksaan ulang.

Beberapa saat setelah insiden tersebut, Argentina melancarkan serangan balik yang berujung gol kemenangan Enzo Fernandez pada menit ke-90+3.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengecam kepemimpinan François Letexier usai pertandingan. Menurutnya, sejumlah keputusan wasit berpengaruh terhadap jalannya laga dan hasil akhir pertandingan.

Protes keras dari kubu Mesir bahkan berujung kartu merah bagi salah satu staf pelatih setelah pertandingan berakhir.

Meski menuai kontroversi, hasil tersebut tetap mengantarkan Argentina melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026, sementara langkah Mesir harus terhenti di babak 16 besar.

By Naratif Media

Naratif Media adalah tim penulis yang aktif menghadirkan berbagai informasi terkini dengan gaya penyampaian yang ringan, jelas, dan mudah dipahami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *